ALQURAN KURIKULUM UTAMA SD ALHIKMAH SURABAYA
Sejak pagi, hari Sabtu, 4 Maret 2017 di SD Al Hikmah Surabaya ada pemandangan yang berbeda dari Sabtu-sabtu biasanya
Sejak pagi, hari Sabtu, 4 Maret 2017 di SD Al Hikmah Surabaya ada pemandangan yang berbeda dari Sabtu-sabtu biasanya. Satu persatu mobil memenuhi parkiran, Tamu undangan berdatangan dan berduyun-duyun menaiki tangga demi tangga menuju lantai 3 gedung Baitus Salam untuk menghadiri acara Khotmil Quran.
Agenda tahunan tersebut dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Sebanyak 183 peserta Khotmil Quran mengawalinya dengan penghafalan surat-surat tertentu bersama-sama setelah dipersilahkan pembawa acaranya. Perlu diketahui bahwa sebelumnya mereka sudah melakukan ujian hafalan semua surat dalam juz 30 dan sebagian dari mereka juga sudah ada yang hafal juz 1, juz 2, bahkan ada yang sampai hafal 11 juz.
Setelah itu, dilanjutkan ujian terbuka tentang pembelajaran Alquran yang diperoleh murid-murid kelas VI itu selama di jenjang SD. Acara ini paling menarik dan ditunggu para undangan. Tiap peserta memakai nomor peserta yang cukup besar dan disematkan pada bagian kostum yang mudah dilihat para undangan. Para undangan secara bergantian diberi kesempatan langsung menguji peserta yang diinginkan. Ada yang menguji putra/ putrinya sendiri. Ada pula yang mewakilkan pengujian peserta Khotmil Quran pada pengujinya. Soal pengujian meliputi; hafalan, tajwid, fashohah, tartil, dan ghorib. Dengan model soal yang bervariasi, peserta dengan mudah menjawab sesuai pertanyaan yang diajukan penguji atau tamu undangan, yang tak lain adalah wali murid. Bahkan, ada juga peserta yang digelontor berbagai macam. soal dan semuanya bisa dijawab dengan lancar dihadapan para undangan dan penguji. Tak pelak, spontanitas tepuk tangan bersahutan di ruangan itu.
Pengujian berakhir, dilanjutkan permohonan maaf tiap peserta pada orang tua masing-masing. Mereka turun dari panggung dan mencari keberadaan orang tuanya yang duduk di kursi tamu. Seperti biasa, posisi kursi tamu laki-laki dan perempuan dipisah. Peserta putra bermaafan dengan papanya dan yang putri bermaafan dengan mamanya. Suasana makin mengharu. Tetesan air mata yang hadir saat itu tak terasa mengalir begitu saja. Tumpahan rasa kasih orang tua dan rasa sayang sang buah hati menyatu padu. Pelukan hangat keduanya seakan menyatu. Tampak sekali mereka sosok- sosok pencinta Alquran.
Sejak pendidikan dasar, pembelajaran Alquran di SD Al Hikmah Surabaya sudah diberikan, sebagaimana sambutan yang disampaikan oleh Ustaz Anwar, M. Pd. selaku Kepala Sekolah SD Al Hikmah Full Day School Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa Pembelajaran Alquran di SD Al Hikmah dimulai sejak kelas 1 dan melalui tahapan-tahapan hingga mencapai tahapan tertinggi, hafalan. Porsi waktu pembelajaran Alquran juga terbanyak dibandingkan pembelajaran mata pelajaran apa pun. Pantas saja bila para peserta Khatmil Quran banyak yang khotam dan sudah lulus munaqosah(Ujian Akhir Alquran) sejak kelas IV. Pesan terpenting yang beliau sampaikan adalah setelah Khotmil Quran, murid-murid kelas VI itu diharapkan istiqomah membaca Alquran setiap hari.
Atas nama wali murid kelas VI, Bapak Hendro Nurhadi, Dipl. Ing, PhD, Ayahanda Hana Azizah Nurhadi dalam sambutannya, berulang-ulang beliau mengucapkan terima kasihnya pada guru- guru yang telah memberikan banyak ilmunya pada putra/ putri peserta Khotmil Quran.
Sambutan ketiga oleh Ustaz Masruri. Selaku Direktur Ummi Foundation yang dulu pernah mengepalai SD Al Hikmah Full day School Surabaya, beliau mengisahkan cikal bakal besarnya SD Al Hikmah bermula dari pembelajaran Alquran yang saat itu mendapatkan support besar Ustaz Abdul Kadir Baradja. Dari kisah sejarah tersebut bisa dikatakan bahwa para wali murid SD Al Hikmah Full Day School adalah para orang tua yang istimewa, menginginkan anaknya bersekolah di tempat yang menjadikan Alquran sebagai kurikulum utama untuk pendidikan dasar. Hal tersebut sangat berkait dengan Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Darimi:
“Sebaik- baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya.” (HR. Darimi)
Semoga upaya para wali murid tersebut dan guru-gurunya menjadi amal jariyah dan kelak para peserta Khotmil Quran menjadi generasi Qurani. Aamiin.-NIX-
