Artikel Guru
MENDAMPINGI ANAK MENUNTASKAN TUGAS PERKEMBANGANNYA Oleh : Mochamad Riduwan, M.Pd. GURU SD AL HIKMAH SURABAYA
MENDAMPINGI ANAK MENUNTASKAN TUGAS PERKEMBANGANNYA
Oleh : Mochamad Riduwan, M.Pd.
GURU SD AL HIKMAH SURABAYA
Dalam proses pendampingan anak dalam menuntaskan tugas perkembangan anak, anda perlu memperhatikan langkah-langkahnya, antara lain:
- Memberikan keteladanan
- Membangun komitmen antara orang tua dan anak
- Melakukan komunikasi efektif
- Mengulang langkah secara konsisten
BERI TELADAN
- Keteladanan menjadi kunci proses pendampingan pembiasaan perilaku karena menyesuaikan dengan karakter anak.
- Anak menerima otoritas taat pada perintah orang tua dan orang terdekat.
- Anak menerima konsep baik/buruk atau benar/salah dari apa yang disampaikan orang tua dan orang-orang terdekat.
- Anak mudah meniru atau mencontoh perilaku orang disekitarnya, daripada melaksanakan apa yang didengarnya.
- Sebanyak apapun konsep atau instruksi yang diberikan oleh orang tua, tanpa keteladanan dan pendampingan, akan berat untuk dilakukan oleh orang tua.
Orang tua merupakan arsitek atau pengukir kepribadian anak. Sebab anak merupakan peniru ulung. Teladan yang baik dari orang tua kepada anak akan berpengaruh besar kepada perkembangan di masa kelak. Untuk itu lingkungan keluarga harus sebanyak mungkin memberikan keteladanan bagi anak. Dengan keteladanan akan memudahkan anak untuk menirunya. Sebab keteladanan lebih cepat mempengaruhi tingkah laku anak. Apa yang dilihatnya akan ia tirukan dan lama-kelamaan akan menjadi tradisi bagi anak.
BANGUN KOMITMEN
Anda perlu membangun komitmen tentang perilaku apa saja yang disepakati akan dilakukan, sepakat tentang bagaimana cara melakukannya, dan konsekuesi logisnya. Komitmen dibangun untuk menumbuhkan motivasi internal dalam diri anak. Komitmen yang dibangun adalah bahwa segala aktifitas yang dilakukan adalah cita-cita pribadinya, sehingga orang tua berperan memotivasi anak untuk meraih cita-cita tersebut.
BANGUN KOMUNIKASI
Orang tua perlu memiliki keterampilan komunikasi dengan anak, karena apapun konsep yang ditanamkan memerlukan media komunikasi yang tepat agar pesan tersampaikan. Sebaik apapun konsep yang ditanamkan, ketika proses komunikasinya kurang tepat, pesannya tidak akan tersampaikan.
Proses komunikasi perlu mempertimbangkan kehadiran fisik orang tua untuk memperkuat otoritas anak.
Proses komunikasi dengan anak juga mempertimbangkan bahwa anak mulai menerima pandangan orang lain selain orangtua.
Komunikasi yang efektif membutuhkan kekuatan orang tua dalam memahami perasaan anak, keterampilan mendengar secara aktif, keterampilan menyampaikan pesan-pesan dengan bahasa yang dapat dipahami anak dengan mudah.
BANGUN KEKUATAN
Kekuatan doa adalah hal mutlak yang harus anda lakukan bila ingin buah hati anda baik dan berhasil di dunia dan akhirat.
Kekuatan ilmu adalah sebuah kekuatan dimana orang tua harus terus belajar untuk memahami cara berfikir anak dan bagaimana membantunya mewujudkan cita-cita yang mulia.
Kekuatan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak akan memunculkan pemahaman orangtua atas keinginan anak dan pemahaman anak atas harapan orang tua.
Kekuatan kesabaran berdasar pada keyakinan orang tua bahwa anak-anak adalah yang baik dan selalu baik sehingga anda harus bersabar dan tterus berupaya sungguh-sungguh mendampinginya.
Kekuatan cinta adalah bagian terdasyat diberikan Tuhan Yang Maha Esa pada orang tua untuk anak-anaknya. Kekuatan cinta ini menjadi energy untuk sabar, untuk terus mencari ilmu, untuk terus berkomunikasi, dan terus berdoa.
Orang tua perlu menghindari kecenderungan membuat justifikasi tentang anak, sebelum menelusuri alasan anak melakukan suatu perilaku, keinginan, atau harapan anak dan bagaimana cara melakukannya.
Pendidikan dengan perhatian adalah mencurahkan, memperhatikan dan senantiasa mengikuti perkembangan anak dalam pembinaan aqidah dan moral, persiapan spiritual dan social, disamping selalu bertanya tentang situasi pendidikan jasmani dan daya hasil ilmiahnya.
