Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

Bermain, Belajar dan Bertani ke Puspa Agro LEBO

20 March 2017 08:35:07, by Administrator

Rabu, 15 Maret 2017 adalah hari yang spesial bagi siswa kelas 1 SD Al Hikmah Surabaya.

Rabu, 15 Maret 2017 adalah hari yang spesial bagi siswa kelas 1 SD Al Hikmah Surabaya. Mereka berantusias sekali sejak pagi hari telah mempersiapkan diri standby di depan kelas masing masing seolah tidak ingin tertinggal mengikuti kegiatan yang menyenangkan pada hari itu. Benar, mereka tidak sabar untuk mengikuti kegiatan karya wisata keUPT PATPH Puspa Agro Lebo Sidoarjo.

Kegiatan karya wisata siswa kelas 1 pada semester 2  ini adalah bagian dari kegiatan pembelajaran tematik yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh siswa SD Al Hikmah Surabaya.

Kegiatan agro wisata ini sejalan dengan materi pembelajaran tematik Tema 7 “Benda, Hewan, dan Tanaman di Sekitarku” yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kontekstual berkaitan dengan cara memelihara tanaman, mengenal jenis jenis tanaman serta mendidik siswa agar bisa hidup mandiri dan menghargai kelestarian lingkungan.

Sebelum berangkat ke lokasi kegiatan siswa dikumpulkan di lapangan basket untuk mendapatkan briefing pembekalan dari Ustadz Sholikin selaku wakil kepala sekolah SD Al Hikmah. Beliau berpesan agar siswa menjaga akhlak saat berada di lokasi kegiatan, tidak lupa siswa diminta untuk patuh pada peraturan, menjaga kebersihan serta tidak segan untuk banyak bertanya agar wawasan mereka bertambah luas.Sejumlah 191 siswa kelas 1 berangkat menuju puspa agro lebo didampingi para guru dan wali kelas menggunakan 4 bis executive yang membuat perjalanan terasa begitu nyaman.

Tidak terasa kami sudah tiba di puspa agro lebo pada pukul 09.00 WIB, perjalanan selama 20 menit terasa begitu singkat bagi kami dikarenakan kendaraan niaga tersebut mengambil rute perjalanan melalui jalan tol Surabaya - Sidoarjo. Oh iya, PATPH ini kependekan dari  Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura yang dikelola oleh Dinas Pertanian yang berletak di kecamatan Lebo kota Sidoarjo. Di tengah terik matahari yang menyengat tidak menghalangi keinginan siswa melihat sekeliling area UPT PATPH yang luas dikelilingi lahan lahan sawah serta gedung gedung green house yang tinggi menjulang.

Pertama kami disambut oleh bapak Ir. Didik selaku penanggung jawab dari Dinas Pertanian Lebo. Beliau menyampaikan kegembiraannya karena kantornya dikunjungi oleh ratusan anak SD Al Hikmah yang ingin belajar tentang tanaman holtikultura. Siswa diarahkan oleh beliau untuk naik ke lantai 2 kantor guna mendapatkan edukasi dari tim agrowisata Lebo. Disana siswa di jelaskan banyak hal mengenai tanaman holtikultura melalui slide powerpoint mulai dari pengelolaan lahan, model pembudidayaan, pembibitan, penanaman, penyemaian, pemanenan dan pemasarannya. Siswa juga di jelaskan mengenai jenis jenis tanaman serta buah buahan yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian Lebo. Pihak Dinas Pertanian Lebo ini bekerjasama dengan petani di sekitar wilayah dinas pertanian Lebo guna memberdayakan petani lokal sekaligus memberikan pendidikan pertanian bagi mereka.

Setelah puas bertanya jawab dengan bapak pembimbing saat kegiatan klasikal, siswa kemudian diarahkan kembali kelapangan dan dibagi menjadi 6 kelompok yang masing masing kelompok di damping oleh 1 pembimbing. Setelah itu siswa masing masing kelompok diajak berkeliling oleh bapak pembimbing menuju spot spot lokasi edukasi. Beberapa spot edukasi tersebut antara lain deretan tanaman kebun hasil pembudidayaan cangkok dan stek seperti kelengkeng, jambu, sawo, tiin, jeruk bali, markisa dll. Siswa dibuat takjub ketika tanaman yang baru setinggi 1 meter sudah bisa menghasilkan buah yang siap dipetik, ternyata kata bapak pembimbing budi daya dengan model stek dan cangkok mempercepat pertumbuhan buah. Kemudian siswa dibawa berkeliling ke green house atau rumah hijau yang ukurannya sangat besar dan luas sekali, lokasi dimana pembudidayaan buah melon dilakukan. Dan yang terkenal di agro wisata Lebo ini adalah melon kotaknya. Siswa sampai berebut berfoto demi mengabadikan melon kotak yang legendaris tersebut. Sebenarnya melon tersebut tidak berbeda dengan melon melon yang lain, cuma ada sedikit perlakuan agar melon tersebut berbentuk kotak yaitu dengan diberi cetakan acrylic berbentuk kubus yang membuatnya tumbuh mengikuti bentuk cetakannya.

Setelah berselvie ria dengan melon kotak serta mendengarkan penjelasan dari bapak pembimbing, siswa diajak melihat area ladang yang luas dan ditanami oleh berbagai bentuk tanaman sayuran. Ada bayam, kangkung, selada air, sawi, cabe rawit, cabe merah yang kebetulan pada saat itu dalam proses dipanen sehingga siswa bisa melihat secara langsung bagaimana para petani melakukan proses pemanenan dan pembersihan sayuran dari kotoran. Siswa juga ditunjukkan rumah pompa dimana bertugas sebagai sumber pencari air untuk dialirkan ke tanaman dan perkebunan yang ada di lokasi agro wisata.

Pada ujung rangkaian kegiatan siswa diajak untuk melakukan proses penanaman bibit dimana tanah, bag dan benih tanaman telah disediakan pihak panitia. Kegiatan ini dilakukan dengan gembira oleh para siswa meskipun tangan mereka harus belepotan dengan tanah, mereka tanpa rasa letih bersemangat melakukan proses penanaman benih agar benih tersebut bisa tumbuh dengan baik. Setelah kegiatan ini dilakukan siswa di arahkan untuk bersih diri kemudian masing masing mereka dibagikan buah semangka dan minuman jus jambu segar hasil budi daya di lahan tersebut.

Akhirnya berakhir sudah rangkaian kegiatan agro wisata di UPT PATPH Dinas Pertanian Lebo Sidoarjo yang menghabiskan waktu lebih dari 3 jam. Tidak terbersit rasa lelah dari raut wajah masing masing siswa, yang tampak adalah senyum riang dan perasaan gembira setelah berkeliling mengenal tanaman holtikultura serta belajar membudidayakannya, apalagi saat akan pulang setiap siswa diberi oleh oleh jambu Kristal Taiwan yang terkenal manis dan kriuk kriuknya. Tapi oleh olehnya ini sudah termasuk paket biaya pembelian buah seharga Rp.20.000,- kepada petani lokal jadi tidak gratis ya … he he.

Semoga kegiatan pembelajaran tematik kontekstual ini senantiasa berlanjut pada tahun tahun berikutnya dengan lokasi kunjungan yang berbeda beda sehingga membuat siswa lebih berkembang wawasannya dan tidak merasa jenuh serta bosan. Sampai jumpa. Wassalamualaikum wr wb. (SU)

Berita Terkait
Link Terkait