Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

JEPT 2016

23 April 2016 11:32:09, by Administrator

Last holiday, my family and I went toBali. We visited Nusa Dua and many other places. We stayed in Bali for three days...” Itulah sekilas penggalan presentasi dan kalimat awal dari Ananda Abrar kelas VI A SD Al Hikmah Surabaya yang sedang bercerita tentang pengalaman liburannya. Dia tengah mempraktikkan kompetensinya dalam berkomunikasi lisan (speaking) yang dinilai oleh Ustad/Ustadzah Bahasa Inggris. Tema sederhana seperti “My last holiday” atau “My hobby” dipilih dengan harapan bahwa siswa-siswi bisa memperagakan skill berbahasa Inggris dengan nyaman dan kontekstual sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan tingkat usia mereka (SD)

Ya, sebagai alat ukur dari aspek kemampuan berkomunikasi dalam berbahasa Inggris baik lisan maupun tulis, yang merupakan salah satu jaminan kualitas (Quality Assurance) lulusan, siswa siswi kelas VI SD Al Hikmah Surabaya mengikuti serangkaian tes yang terangkum dalam Junior English Proficiency Test atau disingkat JEPT. Dalam tes ini para siswa diuji kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris di empat aspek, yakni: berbicara (Speaking), membaca (Reading), mendengarkan ( Listening), dan menulis (Writing). 

Khusus untuk listening, guru bahasa Inggris yang sekaligus juga sebagai panitia tes JEPT sengaja memberikan suara penutur asli atau native speaker. Hal ini untuk memberikan pajanan (exposure) kepada siswa bagaimana orang dari English speaking countries berbicara dengan logat dan intonasi asli mereka.

“Supaya anak-anak kaya dengan berbagai ragam logat bahasa Inggris. Tidak hanya terpengaruh oleh style berbahasa Inggris guru mereka saja,” ujar Ustadzah Ana, guru bahasa Inggris senior di Kelas VI.

Sedangkan untuk speaking, menurut Ustad Satya, nilai atau poin terbesar adalah pada pronunciation (pengucapan) dan fluency (kelancaran berbicara) dan bukan pada grammar accuracy (tata bahasa).

Pronunciation itu penting untuk memahami makna dalam komunikasi lisan dalam bahasa Inggris. Ketidaktepatan pronunciation dapat mempengaruhi makna.  Fluency menunjukkan kecakapan seseorang dalam berkomunikasi,” imbuh beliau.

“Asalkan pengucapannya benar meskipun secara segmental dan lancar dalam berkomunikasi, Insha Allah nilainya bagus,” lanjut Ustad pengajar bahasa Inggris yang telah menyelesaikan program masternya dua tahun lalu ini.

Tetap semangat anak anakku!

 Pelihara BAHASA DAERAHMU,

gunakan BAHASA INDONESIAMU,

dan kuasai BAHASA ASINGMU!

Berita Terkait
Link Terkait