JURUS LANGIT SANG JAWARA
Ustad Riduwan guru SD Al Hikmah Surabaya
JURUS LANGIT SANG JAWARA
Alhamdulillah, dari tahun ke tahun di SD Al Hikmah Full Day School Surabaya selalu muncul kabar baru prestasi siswa atau pun guru, baik itu prestasi lokal, nasional, hingga internasional. Salah satunya, kabar prestasi Ustaz Mochamad Riduwan, M.Pd.
Kabar terakhirnya, guru yang bermotto “Share Smile for all” ini juara III lomba menulis artikel Sejarah Kebencanaan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Itu bukan prestasi pertama, melainkan kali ke sekian.
Berbagai penghargaan pernah diraihnya. Putra pertama dari dua bersaudara pasangan almarhum Kasim Sulbi dan almarhumah Musrihatin ini dinyatakan sebagai Guru Favorit Nasional oleh harian Jawa Pos tahun 2005. Juara I Anugerah Konstitusi Bagi Guru SD Tingkat kota Surabaya tahun 2017 juga diraihnya. Pada tahun yang sama menjadi Finalis Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional Kemdikbud RI. Setahun berikutnya, Juara IV kompetisi Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran Matematika (ONIP) yang diselengarakan P4TK Matematika. Pada tahun 2020 mendapatkan sertifikat kompetensi penulis buku nonfiksi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi tahun 2020. Pada tahun ini, guru kelahiran Jombang ini juga juara II dalam
sayembara penulisan Puisi Kartini yang diselengggarakan Perpusnas.
Menurut guru inspiratif ini, seorang guru tak cukup hanya menjalankan tugas sebagai pengajar dan pendidik, tetapi juga harus mampu berbagi praktik baik. Untuk menunjang karirnya, berbagai diklat, workshop, maupun seminar juga diikuti.
Hal baik lain yang layak dicontoh dari sosok disiplin ini adalah punya kebiasaan menggandeng guru-guru untuk maju bersama dan belajar bersama. Jika ada flyers/ info lomba terkait dunia kependidikan yang diketahuinya, selalu diinformasikan dalam Whatsap Grup guru. Tak cukup itu yang dilakukannya, juga langsung menghubungi, menunjuk, dan memotivasi guru-guru untuk mengikuti ajang lomba tersebut. Itu sebabnya, guru-guru sering menyematkan sapaan “Coach” pada guru yang disukai murid-muridnya ini.
“Allah SWT satu-satunya backing dalam menjalani hidup ini. Merawat tahajud adalah keharusan!” tutur ayah Humaira Pradnya Paramita Ridwan dan M. Ilyasa Narendra Ridwan ini.
Sebuah simpulan pun bisa didapat usai mewawancarainya bahwa waktu dan kesehatan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hidup di dunia sekali, harus berarti, bermanfaat bagi sesama, serta melibatkan Allah SWT dalam segala urusan. NS
