MEMASANG KANCING, MENELADANI RASULULLAH MUHAMMAD S.A.W.
Program pembentukan kemandirian anak.
MEMASANG KANCING, MENELADANI RASULULLAH MUHAMMAD S.A.W.
Rasulullah SAW sebagai teladan umat dan sebagai pemimpin umat manusia adalah sosok yang mandiri. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi, Aisyah R. A. mengatakan bahwa Baginda Rasulullah mencuci sendiri pakaiannya, memeras susu kambingnya, dan melayani dirinya sendiri. Dalam riwayat yang lain juga dikatakan bahwa Rasulullah memperbaiki sepatunya sendiri. Betapa hebatnya keteladanan yang ditampilkan Rasulullah. Pemimpin yang tidak haus oleh pelayanan, bahkan beliau biasa melayani dirinya sendiri.
Sebagai sekolah Islam, semua aktvitas dan segala kegiatan di SD Al Hikmah Full Day School Surabaya berkiblat pada Rasulullah SAW. Hari Rabu, 11 Oktober 2017 bertepatan dengan jadwal life skill kelas VI. Sebanyak 185 murid kelas VI-nya hari ini membawa kain perca, hem, jarum, benang, kancing, dan gunting. Dengan benda-benda tersebut, guru-guru kelas VI membimbing murid-muridnya memasang kancing sendiri.
Memberikan pengalaman memasang kancing secara klasikal memang tidak biasa dilakukan di sekolah-sekolah umum.
Karena dirasa penting untuk bekal kemandirian murid-muridnya, dipilihlah kegiatan tersebut untuk calon-calon pejuang Islam tersebut. “Jika kita bisa melakukan sesuatu sendiri, itu akan menjadikan kita tidak ketergantungan. Jika hanya memasang kancing, mengapa harus minta bantuan mama atau mbak?” terang Ustadzah Rini Astuti, guru kelas VI di hadapan murid-muridnya.
Siang ini benar- benar mengingatkan pada kisah kemandirian Rasulullah. Semua murid laki-laki yang biasa bersepak bola itu begitu semangat mengikuti arahan gurunya memasang kancing. Ya, mereka memasang kancing sendiri. Demikian halnya murid-murid putri. Mereka belajar mulai dari memasukkan benang pada jarum hingga kancing terpasang. Pengalaman berulang-ulang memasukkan benang pada jarum dan tidak berhasil pun, ada. Yang sulit bagi mereka umumnya ketika mengunci benang terakhir agar kancingnya tidak mudah lepas. Dengan bantuan gurunya, mereka pun akhirnya bisa.
Semoga pengalaman tersebut bermanfaat dan bisa menjadi bekal hidup murid-murid SD AL Hikmah Full Day School Surabaya. ( nikmah)
