Kunjungi Web Kami : Yayasan | TK | SD | SMP | SMA | Boarding School | STKIP Al Hikmah Surabaya
Login | Hubungi kami (031) 8299094

Murid Kelas VI SD Ujian Terbuka

30 September 2016 12:55:44, by Administrator

Bak seorang mahasiswa/ mahasiswi, murid- murid kelas VI SD Al Hikmah Full Day School Surabaya empat hari ini, tanggal 26-29 September 2016 harus mempresentasikan Tugas Akhir mereka

Bak seorang mahasiswa/mahasiswi, murid- murid kelas VI SD Al Hikmah Full Day School Surabaya empat hari ini, tanggal 26-29 September 2016 harus mempresentasikan Tugas Akhir mereka. Bedanya, presentasi tugas itu disampaikan dihadapan kedua orang tua, semua teman sekelas, dan dewan juri atau guru mata pelajaran bahasa dan IPA. Bedanya lagi, saat presentasi, mereka tak hanya menampilkan materi uji melalui slide tapi juga karya alat yang telah dikerjakan secara berkelompok.

Satu dari kesekian standar mutu kelulusan murid SD Al Hikmah Surabaya adalah setelah lulus, setiap murid memiliki keberanian berbicara di hadapan orang banyak (publik). Sekelas murid SD, tentu tak mudah melakukannya. Dengan memutar otak, para guru Al Hikmah Surabaya berhasil memunculkan formulanya. Para calon pemimpin sekian tahun yang akan datang itu diberi tugas membuat karya alat secara berkelompok. Yang karya alat tersebut menjadi media praktik teori IPA. Dalam praktiknya, mereka dapat membuat berbagai karya yang unik. Misalnya mercusuar, robot pembersih, lampu taman, lampu lava, gunung vulkanik, dll. Setelah itu, mereka membuat laporan tulis semacam makalah. Yang terakhir, mereka mempresentasikannya.

Selama pembuatan karya alat, mereka dibimbing guru mata pelajaran IPA. Terkait dengan pembuatan laporan, slide, dan presentasi, tak lepas dari peran guru mata pelajaran bahasa yang sekaligus sebagai penilai. Guru kelas juga punya andil besar sejak awal pembuatan karya alat hingga murid-muridnya presentasi.

Sejak penentuan jenis karya alat yang akan dibuat, masing-masing murid berdiskusi untuk mencapai kesepakatan kelompok. Selanjutnya, mereka berbagi tugas agar alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan karya alat itu lengkap sebelum mereka berkreasi. Selama proses itu, setiap murid mendapati aneka pengalaman. Mereka belajar bagaimana menghargai pendapat teman, bagaimana menghargai waktu, bagaimana cara menyampaikan pendapat secara santun, dll. Demikian halnya ketika kegiatan presentasi berlangsung. Mereka juga mendapatkan pengalaman berkomunikasi dalam situasi formal. Presentasi hingga  menjawab pertanyaan langsung dari para orang tua, teman, dan guru penguji telah mereka alami.

Semoga pengalaman-pengalaman tersebut mampu menginspirasi orang lain dan menjadi langkah awal mereka untuk mencapai tangga kesuksesannya. Aamiin. (NM)

Berita Terkait
Link Terkait