Praktik Adab Makan Tumbuhkan Kemandirian
Praktik Adab Makan Tumbuhkan Kemandirian
“Makan jangan asal makan, perut buncit langsung kenyang.”
Bila membaca kalimat di atas mungkin kita akan mengucapkannya sembari beryanyi. Begitu juga yang dilakukan siswa kelas 1 SD Al Hikmah Surabaya yang menyanyikan lagu di atas bersama-sama melalui zoom meeting. Lagu yang dinyanyikan tokoh kartun Nusa dan Rara ini sangat disukai anak-anak dan berisi muatan yang bagus perihal adab makan secara islami. Sangat bermanfaat juga dalam proses pembelajaran adab makan untuk siswa.
Jumat lalu (18/09), siswa kelas 1 sedang belajar adab makan dan langsung praktik bersama. Adab makan menjadi materi pembelajaran khusus di SD Al-Hikmah dan menjadi perhatian khusus. Setiap guru wajib mengajarkan adab makan secara baik dan islami kepada anak-anak. Bila biasanya adab makan diajarkan dan dipraktikkan setiap hari saat makan di sekolah maka di musim pandemi ini praktik adab makan dilakukan melalui zoom meeting. Sekolah, guru, dan wali murid bekerjasama untuk mendampingi dan mengontrol anak-anak dalam praktiknya. Kegiatan adab makan bersama ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu persiapan makan, ketika makan, dan
sesudah makan. Persiapan sebelum makan dimulai dengan anak-anak wajib cuci tangan lebih dulu, lalu menyiapkan makan, dan berdoa sebelum makan. Dilanjutkan dengan makan dengan tangan kanan, membiasakan makan dengan duduk, tidak tergesa-gesa saat makan, tak lupa juga mengambil makan secukupnya, tidak berlebihan, dan menghabiskan makanan yang telah diambil. Ustaz-ustazah juga menekankan untuk mengambil makanan yang lebih dekat dan memakan makanan yang sehat dan bergizi. Setelah makanpun juga ada adabnya, yakni berdoa setelah makan, membereskan alat makan, dan mencuci tangan setelah makan. Terlihat anak-anak senang sekali makan bersama ini meski hanya bertemu dan menyapa di layar.
Pembelajaran adab makan ini juga sebagai penguatan pendidikan karakter untuk anak-anak. Nilai utama karakter yang dikuatkan yaitu nilai religiusitas dan nilai kemandirian. Tentu saja karakter dapat tercipta karena adanya kebiasaan. Oleh karena itu, ustaz-ustazah selalu mengingatkan anak-anak untuk membiasakan menerapkan adab makan dengan baik. Bila dari kecil sudah dibiasakan maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. (Ayu)
