Tumbuhkan Cinta Kebersihan Dalam Diri Anak dengan Glowing Class
MODEL AKSI BERSIH LINGKUNGAN MURID-MURID SD AL HIKMAH SURABAYA
Tumbuhkan Cinta Kebersihan Dalam Diri Anak dengan Glowing Class
“Hidup Bersih dan Sehat” menjadi tema awal pembelajaran di semester II untuk murid-murid kelas II SD Al Hikmah Surabaya. Ini adalah kesempatan emas bagi guru-guru untuk melakukan proses pembelajaran bermakna yang cukup mudah, sekaligus untuk pemberian pengalaman belajar penuh makna untuk para muridnya. Yang menjadi sasaran dari tema tersebut adalah tumbuhnya kesadaran para murid tentang pentingnya menjaga kebersihan, sebagai salah satu modal terjaganya kesehatan.
Sebagai langkah awal, murid-murid diajak gurunya mengidentifikasi lingkungan bersih dan kotor di area sekolah. Semua diajak melakukan pengamatan di luar kelas menuju area tertentu dalam lingkup sekolah: perpustakaan, kebun sekolah, kantin, parkiran, lapangan, dll. Tak hanya melakukan pengamatan lingkungan di sekolah, mereka juga melakukan pengamatan di rumah masing-masing. Setiap murid mengisi table tentang identifikasi lingkungan bersih dan kotor di area rumah.
Sebagai aksi nyata, mereka diajak guru-gurunya membersihkan lingkungan luar kelas. Dengan jumlah enam kelas paralel, ada yang dapat bagian membersihkan area kantin, area kebun sekolah, parkiran motor, parkiran mobil, lapangan basket, dan ada pula yang dapat bagian membersihkan lapangan sepak bola. Semua dalam perencanaan. Mereka membawa dari rumah semua perlengkapan kebersihan: sapu ijuk, cikrak, dan sapu lidi.
Usai mendapatkan pengalaman membersihkan luar area kelas, mereka diberi guru tugas melakukan kerja bakti di rumah bersama anggota keluarga saat libur sekolah. Bukti kegiatan tersebut didokumentasikan untuk pelaporan kepada guru. Kegiatan tersebut tidak untuk pembelajaran sesaat ketika ada penugasan dari guru. Harapan guru, orang tua dapat menindaklanjuti pengalaman tersebut hingga menjadi habit putra atau putrinya.
Pekan berikutnya adalah Glowing Class. Mereka membersihkan kelas masing-masing. Kebersihan tiap kelas menjadi tanggung jawab mereka sejak pagi. Guru cukup mengarahkannya agar kelas bersih, rapi, dan indah. Beberapa peralatan disediakan sekolah: sapu ijuk, kanebo, kain lap, alat pel, dan timba. Kegiatan tersebut dilombakan.
“Kapan kita bersih-bersih lagi, Ustazah? tanya Fikri usai seharian merawat kelasnya.
“Kenapa, Nak? jawab Ustazah Sunarmi, guru kelasnya.
“Aku mau lagi,” lanjut murid II F tersebut.
“Aku juga mau,” sahut teman-temannya
di kiri-kanannya.
Seperti nagih rupanya. Ya, bebersih memang kegiatan sederhana tapi penting untuk dikuatkan sejak dini agar tumbuh kecintaan mereka pada kebersihan. Dalam Islam, sebagian wujud implementasi keimanan seseorang bisa terlihat dari bagaimana ia dapat menjaga kebersihan dalam sehari-hari.
“Pembelajaran kebersihan ini penting. Sejatinya, kan, untuk kebutuhan seumur hidup. Harapan sekolah, anak-anak bisa menyadari dan mewujudkan pentingnya kebersihan,” terang Ustazah Sularmi.
“Makanya ada pelibatan keluarga dalam pembelajaran ini, supaya ada tindak lanjut di rumah,” lanjut Koordinator Jenjang kelas II tersebut di akhir wawancara.
Berbagai pengalaman murid-murid kelas II dalam menjaga kebersihan, dilengkapi dengan pembuatan karya terkait dengan tema yang menggunakan bahan alami. Pembuatan di sekolah dengan bimbingan guru. Ada yang membuat tong sampah mini, vas bunga, tempat pensil, dll. Selain glowing, ruangan makin indah saat dilengkapi dengan karya pemanis ruang, macam vas yang lengkap dengan bunga atau tempat pensil, yang dapat membuat pensil tak berserakan adanya.
Pelaporan kegiatan mulai awal hingga akhir dikomunikasikan dalam wujud presentasi. Ini penting sekali. Communication Skills merupakan salah satu kecakapan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan abad 21 dan ini di SD Al Hikmah Surabaya menjadi pembelajaran yang “wajib” dirasakan oleh setiap muridnya.
Model kegiatan pembelajaran berbasis pada aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran tersebut diakhiri dengan Sparkling Show. Hari Jumat, 10 Februari 2023, mulai pukul 07.30 WIB acara dimulai. Semua memakai dresscode kuning lengkap dengan topi krem dan membentuk formasi angka 2. Sejuknya suasana pagi seakan turut mendukung acara tersebut.
Acara puncak tersebut dipandu dua MC dari kelas II-D. Setelah acara diawali dengan pembacaan hadits tema “Kebersihan” oleh dua murid kelas II-F, dibuka Kepala Sekolah, Ustaz Bambang, M.Pd dengan cerita inspiratif “Ikan Makan Plastik”. Setelahnya, ada berbagai penampilan seni tiap kelas, diselingi presentasi oleh presenter terbaik tiap kelas. Sebelum ditutup dengan doa penutup majelis, ada pengumuman lomba Glowing Class, karya terbaik, dan presenter terbaik. Juara 1 Glowing Class diraih kelas II-F dan runner up, kelas II-B. (NS)
