UJIAN TERBUKA AL QUR’AN DI HADAPAN RATUSAN PARTISIPAN TAK MEMBUAT GENTAR MURID SD AL HIKMAH SURABAYA
UJIAN TERBUKA AL QUR’AN DI HADAPAN RATUSAN PARTISIPAN TAK MEMBUAT GENTAR MURID SD AL HIKMAH SURABAYA
Hari Sabtu, 08.00-11.30 , 06 Februari 2021 SD Al Hikmah Full Day School Surabaya menggelar Khotmul Qur’an, sebuah acara tahunan yang selalu dinanti keberlangsungannya. Bagaimana tidak? Dalam Khotmul Qu’an ada prosesi “Ujian Terbuka”materi Al-Qu’an oleh seluruh murid kelas VI SD. Mereka diuji para wali murid dan penguji ahli, yang sengaja dihadirkan dalam acara tersebut.
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Khotmil Qur’an tahun ini diadakan secara virtual. Meski demikian, semua berlangsung tanpa mengurangi kekhidmatan acara tersebut. Berbagai persiapan tampak dimaksimalkan jika menilik lancarnya acara tersebut. Terlihat juga dari antusiasme para wali murid yang ingin menguji para pejuang Al-Qur’an yang masih di bangku SD tersebut.
Acara diawali tepat waktu. Sebelum Ujian Terbuka dilangsungkan, ada uji cobanya. Para Wali murid juga diberikan gambaran sekilas materi-materi tartil dan tahfiz oleh Ustaz Rofiq, selaku koordinator guru-guru Al-Qur’an. Setelah itu, Ustaz Roghibi, selaku penguji ahli yang dihadirkan untuk menguji murid-murid kelas VI. Itulah menit-menit teristimewa, bagaimana seorang murid SD harus menjawab soal-soal secara sepontan di hadapan lebih dari 330-an peserta yang hadir dalam zoom meeting tersebut. Soal-soal yang diajukan penguji ahli beragam. Ada gharaibul Qu’an, tajwid, tartir, tahfiz, juga fashohah. Dalam sesi tersebut, para wali murid diberi kesempatan juga untuk ikut menguji putra/ putrinya. Ada juga yang memercayakan konten soal pada penguji ahli untuk dijawab putra/ putrinya. Sambutan dalam sesi ini luar biasa. Banyak yang bisa langsung bertanya melalui zoom meeting. Banyak yang rise hand, ada yang menjapri gurunya agar putrinya diuji. Namun, waktu tak memungkinkan untuk “menuntaskan” semua permintaan dalam sesi tersebut. Bisa dipahami, partisipan yang hadir kisaran 330 dan mungkin banyak yang berharap putra/putrinya berkesempatan diuji saat itu, di saat momen langka yang benar-benar menguji nyali dan kompetensi yang diperjuangkan begitu lama.
Usai sesi Ujian Terbuka, dilanjutkan sambutan-sambutan. Sambutan pertama, oleh Ustaz DR. (H.C) Ir. Abdul Kadir Baraja, selaku ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah Surabaya. Dalam pesannya, Beliau menyampaikan hadits Rasulullah “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(H.R. Bukhori). Paparan beliau dalam sambutan, tersirat pesan tentang pentingnya interaksi seseorang dengan Al-Qur’an secara intens. Berikutnya, sambutan Ustaz Bambang, M.Pd. Kepala SD Al Hikmah Full Day School Surabaya. Beliau berpesan dua hal pada murid-muridnya: istikamah membersamai Al-Qur’an dan berbakti pada kedua orang tua. Sambutan terakhir, oleh perwakilan wali murid yang disampaikan oleh Bapak Yoga Kurniawan. Beliau memaparkan bagaimana perjalanan tiga putra-putrinya sejak masuk SD Al Al Hikmah Surabaya. Beliau sangat mengapresiasi perjuangan guru-guru dalam membimbing putra-putrinya dan mengutarakan kesyukuran atas semua karunia terkait dengan pembelajaran Al-Qur’an yang diperoleh putra-putrinya selama bersekolah di SD Al Hikmah Full Day School Surabaya.
Di sekolah yang pernah menjuarai sekolah berkarakter tingkat Nasional tersebut, Al-Qur’an memang menjadi kurikulum utama dan pertama Semua pembelajaran bermuara pada Al-Qur’an. Itu sebabnya, di sekolah tersebut porsi pembelajaran Al-Qur’an begitu banyak. Murid-muridnya tak cukup sekadar dibimbing untuk bisa membaca dengan lancar. Tetapi mereka dibimbing untuk benar-benar fasih, bisa membaca secara benar sesuai makhorijul huruf dan tajwidnya. Untuk mencapai tahap membaca secara benar, mereka harus melewati berbagai tahapan pembelajaran dan berbagai jenis ujian untuk menggapainya. Ada ujian tartil. Saat ujian tartil, mereka harus benar-benar menguasai dan menerapkan ilmu tajwid, gharaibul Qu’an, dan fashohah. Jika mereka sudah lulus dalam ujian-ujian tersebut, mereka baru bisa masuk pada tahap tahfidz. Begitu panjang perjalanan mereka. Namun, Itulah yang harus dilalui agar bacaan bisa mencapai benar. Setelah itu, mereka baru bisa masuk tahap tahfiz. Jadi, yang diutamakan adalah kefashihan bacaan terlebih dahulu. Kualitas bacaan di jenjang SD menjadi prioritas sebelum peningkatan kuantitas. Namun, dalam kenyaatan banyak juga yang bisa berimbang keduanya.
Alhamdulillah, di tengan pandemic covid-19 yang tak kunjung usai ini, dari 193 murid kelas VI yang mengikuti Khotmil Qur’an, 173 di antaranya sudah lulus tartil, sekaligus lulus hafalan juz 30. Kini mereka sudah masuk tahap tahfidz/ hafalan. Ada yang hafal 5, 4, 3, dan 2 juz.
Berikut nama-nama peserta terbaik yang mendapatkan
penghargaan.
A. Bidang tartil putra
1. Rakha Aimansyah Hudaya Rata-rata nilai 9,6
2 Hassan Bin Muhammad Baktir Rata-rata nilai 9,5
3. Muhammad Radja Syahputra Rata-rata nilai 9,4
Bidang tartil putri
1. Thalia Zalfa Anindita Rata-rata nilai 9,9
2. Nadiyah Hanifatuz Zahidah Rata-rata nilai 9,8
3. Liyana Aqilah Rata-rata nilai 9,8
B. Bidang Tahfiz
Tahfiz 5 Juz (Juz 30, 1,2, 29, dan 28)
Liyana Aqilah Kelas VI-D
Tahfiz 4 Juz (Juz 30, 1, 2, dan 28)
Nadiyah Hanifatuz Zahidah Kelas VI-D
Atikah Zahra Kelas VI-E
Clarissa Elena Athaillah Kelas VI-F
Tahfiz 3 Juz (Juz 30, 1, dan 2)
Hassan Bin Muhammad Baktir Kelas VI-A
Muhammad Hanif Nazmi Oktana Kelas VI-A
Rakha Aimansyah Hudaya Kelas Vi-A
Najma Fariha Kelas VI-D
Rania Sholihatus Ibad Farabi Kelas VI-D
Aurellizema Az-Zahra Ghaeizaniz Kelas VI-E
Mazaya Khoiriya Ardhanareswar Kelas VI-E
Nadia Shakila Rizka Aziza Kelas VI-E
Janeeta Khairunnisya Aditya Kelas VI-F
Keisha Dewi Arifiyandi Kelas VI-F
Keylia Nur Fikriyah Kelas VI-E
Alisha Purie Nareswari Kelas VI-F
Khotmil Qur’an bukan final, melainkan tahap awal untuk memupuk diri agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai prioritas dalam hidup, sebagai kebutuhan hidup, “Luangkan waktu untuk bertilawah. Jangan menunggu waktu luang untuk bertilawah!” demikian pesan Ustaz Bambang, M.Pd. saat memberikan sambutan. Dari pesan tersebut, tersirat makna agar kurikulum Qur’an selalu diterapkan sampai kapan pun di rumah masing-masing dan di mana pun berada.
~NS~
