Wisuda Angkatan XXI Mengharu Biru
Tak terasa begitu cepatnya waktu berlalu
Tak terasa begitu cepatnya waktu berlalu. Serasa baru kemarin sebanyak 193 siswa kelas VI SD Al Hikmah Full Day School Surabaya mengisi hari-hari sekolahnya dengan canda tawa, makan bersama, mengaji bersama, belajar dengan suka cita, dsb. Kini, Sabtu, 04 Juni 2016 mereka berwisuda. Pantaslah mereka mendapatkan sambutan istimewa dari para tamu undangan, yang tak lain adalah kedua orang tua dan guru-gurunya serta para undangan khusus.
Jauh-jauh hari keluarga besar sekolah berkarakter itu telah menyiapkan peristiwa penting yang akan menjadi cikal bakal sejarah hidup para siswa tersebut. Enam tahun di bangku SD bukanlah waktu yangg singkat. Desain akhlak oleh guru-guru pada mereka yang diwisuda menjadi sesuatu yang sangat berharga. Sebabnya, akhlaklah prioritas Al Hikmah dalam dunia pendidikan. Harapannya, ketika mereka telah menjadi alumni, mereka tetap bisa menjalankan kebiasaan baik sebagaimana saat mereka di sekolah dasar.
Dalam rangkaian acara formal, tersebutlah nama-nama siswa teladan, siswa berprestasi internasional, siswa terbaik Alquran, dan 10 siswa terbaik. Menariknya, penentuan 10 siswa terbaik tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga aspek akidah, ibadah, dan sosial. Di antara nama-nama siswa terbaik tersebut adalah:
- Gavin agza Chandralifio
- Nabila Inas Nailatillah
- Muhammad Naufal fajar Pratama
- Denys Athiyah Nadira
- Nisrina azzahra
- Zidni Alfian Barik
- Pradipta arya Daniswara
- Kayla Putri Aulia
- Zidni Naura Rahmah
- Muhammad Ikmal Ihkamulhaq
Berdasarkan urutan tersebut, yang menjadi siswa teladan putra adalah Gavin Agza Chandralifio dan siswa teladan putri diraih Ananda Nabila Inas Nailatillah. Sedangkan, Siswa terbaik Alquran yang putri diraih Ananda Zidni Naura Rahmah dan yang putra Ananda Muhammad naufal Fajar Pratama.
Acara wisuda berlangsung dengan baik dan lancar. Bahkan saat para wisudawan dan wisudawati menyenandungkan lagu Salam Perpisahan dan berpuisi untuk guru, suasana mengharu biru. Tanpa disadari, air mata para guru dan semua yang diwisuda, dan para undangan mengalir begitu saja. Seakan itu adalah pertemuan terakhir antara guru dan mereka.(nix)
